oleh

Satgas PKH Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Penertiban Kawasan Hutan

-Berita Daerah-460 Dilihat

Kutai Kartanegara – Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya. Melalui Kelompok Kerja Keamanan dan Ketertiban (Pokja Kamtib) wilayah Kaltim-1, Satgas PKH hadir langsung di tengah masyarakat Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Sungai Payang ini diisi dengan sosialisasi, dialog interaktif, serta pemberian tali asih berupa paket sembako kepada warga terdampak penertiban kawasan hutan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pejabat dari unsur Satgas PKH dan Forkopimda setempat, di antaranya KBP M. Dharma Nugraha, S.I.K selaku Katim Pokja Kamtib, KBP Dr. Dedy Anung Kurniawan, S.I.K., M.Si, Kolonel Czi Ganda Tarius, serta perwakilan dari Polres, Kodim, Kejaksaan, dan instansi kehutanan.

KBP M. Dharma Nugraha dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kehadiran Satgas PKH bukan semata melakukan penertiban, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh serta solusi yang adil.

“Warga tidak perlu khawatir terhadap penertiban yang dilakukan. Pemerintah akan memberikan solusi sesuai aturan dan proporsional. Namun, kami juga mengingatkan agar tidak ada lagi aktivitas perambahan setelah kawasan ditertibkan,” ujar Dharma.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diteruskan kepada instansi terkait dalam Satgas PKH untuk dicarikan solusi terbaik.

Kepala Desa Sungai Payang, Arbaen, menyambut baik kehadiran Satgas PKH dan menyampaikan harapan masyarakat terkait kejelasan tindak lanjut pasca-penertiban.

“Kami berterima kasih atas kehadiran tim Satgas PKH. Warga berharap ada kejelasan dan solusi konkret, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan warga mengungkapkan kekhawatiran terkait keberlanjutan tanaman yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka di kawasan hutan.

“Kami berharap ada solusi agar tanaman kami tidak hilang atau diambil pihak lain, karena itu menjadi sumber ekonomi kami,” ungkap salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satgas PKH memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan dibahas lintas instansi dalam rangka mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan bantuan tali asih berupa sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan tugas Satgas PKH.

“Kami berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat terus terjalin untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” katanya.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Satgas PKH dijadwalkan akan melanjutkan kegiatan serupa di wilayah Loa Janan pada Kamis (16/4) dan Kabupaten Paser pada Jumat (17/4) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pendekatan persuasif kepada masyarakat terdampak.

Melalui kegiatan ini, Satgas PKH menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan dialog, solusi, dan kepedulian sosial bagi masyarakat.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *