oleh

Disiplin Finansial Berbuah Hasil, Hutama Karya Lampaui Target Laba di Awal 2026

-Berita Daerah-463 Dilihat

Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar pada Triwulan I 2026, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada periode yang sama sebesar Rp269 miliar atau tercapai 172,49 persen. Capaian ini dihasilkan melalui disiplin pengendalian biaya dan penguatan segmen pengoperasian jalan tol, di tengah dinamika pasar global yang semakin menantang. Rapat Koordinasi Bulanan yang digelar pada 21 April 2026 di Jakarta menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penyelarasan arah strategis seluruh jajaran perusahaan.

Kinerja laba tersebut ditopang oleh dua kontributor utama. Segmen pengoperasian jalan tol mencatatkan _Earning After Tax_ (EAT) sebesar Rp333 miliar, sementara anak usaha Hutama Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menyumbang Rp167 miliar. Capaian ini tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp448 miliar, sekaligus jauh melampaui RKAP TW I 2026.

Dari sisi posisi keuangan, fondasi bisnis Hutama Karya terus menguat. Total aset konsolidasi tercatat Rp189,84 triliun, dengan ekuitas yang tumbuh 2,31 persen secara tahunan (_year-on- year_/YoY) menjadi Rp141,64 triliun. Total utang berhasil ditekan 15,34 persen YoY, melanjutkan tren penurunan liabilitas yang konsisten sejak tahun sebelumnya. Order book perusahaan tercatat Rp36,37 triliun, dengan dominasi proyek pemerintah.

Pendapatan pada TW I 2026 tercatat mencapai Rp4,67 triliun atau 82,11 persen dari target RKAP. Meskipun demikian, selektivitas portofolio dan fokus pada proyek bernilai strategis menjadi pertimbangan utama dalam perolehan kontrak baru pada periode ini. Hutama Karya memandang pencapaian awal tahun ini sebagai fondasi yang perlu dijaga kualitasnya— pertumbuhan yang terukur, bukan sekadar ekspansi volume.

Dari sisi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), progres fisik terus berjalan. Kumulatif panjang tol terbangun mencapai 1.108 kilometer (km) hingga akhir TW I 2026, dengan penambahan 10,1 km pada periode ini. Ruas yang tengah dalam konstruksi aktif meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung. Hutama Karya terus mengoptimalkan pengusahaan tol di Sumatra dengan dukungan penuh pemerintah, mencakup peningkatan kualitas layanan di ruas-ruas yang telah beroperasi.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa capaian TW I 2026 menjadi sinyal ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks. Volatilitas harga komoditas, dinamika nilai tukar, dan potensi perlambatan pertumbuhan dunia menjadi latar belakang yang tidak bisa diabaikan. “Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting,” ujarnya.

Direksi menetapkan empat pilar arahan strategis untuk menjaga momentum kinerja sepanjang 2026. Pertama, penguatan disiplin pengendalian biaya dan kewaspadaan terhadap dinamika pasar global. Kedua, optimasi pemanfaatan energi di seluruh unit kerja, baik di kantor maupun proyek. Ketiga, memastikan setiap keputusan bisnis diambil secara tepat dan terukur guna mencegah tekanan terhadap kualitas aset maupun risiko impairment. Keempat, peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah kompetisi antara BUMN Karya.

Hutama Karya menegaskan bahwa kinerja positif di awal tahun ini bukan tanda untuk mengendurkan langkah, melainkan tanggung jawab untuk terus menjaga—bahkan meningkatkan—performa bisnis dan tata kelola ke depan, demi menghadirkan infrastruktur yang andal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *