Karanganyar – Rutan Kelas I Surakarta terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui kegiatan studi tiru ke Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Karanganyar yang dikenal memiliki program pembinaan rutin dan berkelanjutan bagi para santriwatinya, Jumat (17/04).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Surakarta beserta jajaran, yang disambut hangat oleh pengurus panti asuhan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak meninjau secara langsung berbagai program unggulan yang telah berjalan dengan baik, mulai dari pembinaan keagamaan, keterampilan, hingga program sosial inovatif seperti day care lansia yang menjadi salah satu ciri khas panti.
Melalui kegiatan ini, Rutan Surakarta berupaya menggali dan mereplikasi praktik-praktik terbaik yang dinilai relevan untuk diterapkan dalam sistem pembinaan warga binaan. Pendekatan yang humanis, terstruktur, dan berkelanjutan menjadi poin penting yang menjadi perhatian dalam studi tiru tersebut.
Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan di dalam rutan.
“Studi tiru ini menjadi sarana bagi kami untuk belajar langsung dari lembaga yang telah berhasil menjalankan program pembinaan secara konsisten dan berdampak. Kami melihat banyak nilai positif yang dapat diadaptasi, khususnya dalam pembinaan mental, spiritual, serta kemandirian. Harapannya, program-program tersebut dapat kami implementasikan guna menciptakan pembinaan yang lebih optimal bagi warga binaan di Rutan Surakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial seperti panti asuhan, menjadi kunci dalam mewujudkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan hukum, tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan program pembinaan berbasis praktik terbaik yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi warga binaan, sekaligus mendukung tujuan pemasyarakatan dalam membentuk individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
(Red)








Komentar